“So far” kata
yang mungkin ada dipikiran untuk saat ini. Kehidupan kemarin itu konyol…sumpah
konyol sekali. Sekarang karena tak ada kabar, mengetik dan bercerita adalah
satu-satu nya hal yang bisa kulakukan untuk membunuh waktu. Bukan nya tidak
bersyukur, untuk sekarang ini kehidupan berada diatas dan dibawah sangat
terasa. Berbicara tentang bercerita entah berceritanya mau dimulai dari mana.
Ingin sekali menciptakan sebuah perasaan,dimana pikiran orang lain sama
seperti pikiran kita, okeh..entah mau nulis bagaimana lagi.
Gamang ketika harus menyikapi dan menyelesaikan
permasalahan seperti kejadian yang kemarin-kemarin. Pertemuan yang singkat,
sikap yang seolah “fan..gue itu milik lo”, dan tiba-tiba menghilang tanpa
memperdulikan itu. Dan harus membagi hidup dengan orang yang jauh, yang ga tau
apa dia mikirin aku juga. Dan separuh hidup juga harus menyelesaikan suatu
pilihan kewajiban dan harus bertahan didalam sini.
Ini chapter ketika aku selalu dihadapkan kepada
pilihan yang selalu berulang dan sikap yang kuambil selalu berulang juga,
seakan aku tak bisa belajar dari masa lalu…itu yang ku benci dari diriku
sendiri!
Ketika keadaan itu datang dan dia juga datang
bersama dengan kenangannya, dia selalu memikat hati yang sebenarnya sangat
tertarik padanya sejak dulu, tapi tak tersampaikan dan akhirnya terabaikan.
Secara frontal memang bisa dikatakan “ gue emang tertarik banget ke lo” , tapi
apa itu cukup? Sebuah tanda tanya besar yang ada dikepalaku. Tapi setidaknya
aku ingin mencoba mengatakan itu.
Dengan keadaan seperti ini, terbentang jarak, dan
sikap seolah tak memperdulikan, apakah bisa tersampaikan? Tidak…aku bukan tipe
orang yang hanya bisa menyampaikan sesuatu dengan secara tidak langsung.
Menurutku menyampaikan sebuah perasaan secara tidak langsung itu adalah suatu
jiwa kekanak-kanakan. Dan yah….ingat umur fan….hampir mendekati angka 2 kembar
–“
Permasalahan yang ingin kutulis sekarang adalah apa
yang akan kulakukan ketika mendapati hal seperti ini, sementara perasaan yang
datang, perasaan yang disebut orang adalah sebuah kata yang bernama “RINDU” itu
hampir tak terbendung lagi. Seberapa
tahan aku akan keadaan seperti ini, tanpa dia tahu aku dan perasaan ini. Dan
apakah sepotong hati yang kemarin bisa ku buang dan kulupakan begitu saja?
Seperti ia ingin lepas dari hatiku yang
utuh ini dan membuat luka di hati ini.
Dan ALLAH SWT Maha Pencipta..selalu bersyukur karena
ketika hati memiliki permasalahan seperti itu, aku dianugrahkan canda tawa yang
setidaknya bisa menutupi semuanya. Tak ingin terlihat munafik, yah..kusebut itu
bukan munafik, karena permasalahan itu adalah permasalahan hatiku, yang harus
ku tutupi dari orang lain,seperti aku menutup aurat ku demi dia. Dia yang
dijodohkan Tuhan untukku.