Senin, 06 Juli 2015

Chapter 2

“So far”  kata yang mungkin ada dipikiran untuk saat ini. Kehidupan kemarin itu konyol…sumpah konyol sekali. Sekarang karena tak ada kabar, mengetik dan bercerita adalah satu-satu nya hal yang bisa kulakukan untuk membunuh waktu. Bukan nya tidak bersyukur, untuk sekarang ini kehidupan berada diatas dan dibawah sangat terasa. Berbicara tentang bercerita entah berceritanya mau dimulai dari mana.
Ingin sekali menciptakan sebuah  perasaan,dimana pikiran orang lain sama seperti pikiran kita, okeh..entah mau nulis bagaimana lagi.

Gamang ketika harus menyikapi dan menyelesaikan permasalahan seperti kejadian yang kemarin-kemarin. Pertemuan yang singkat, sikap yang seolah “fan..gue itu milik lo”, dan tiba-tiba menghilang tanpa memperdulikan itu. Dan harus membagi hidup dengan orang yang jauh, yang ga tau apa dia mikirin aku juga. Dan separuh hidup juga harus menyelesaikan suatu pilihan kewajiban dan harus bertahan didalam sini.

Ini chapter ketika aku selalu dihadapkan kepada pilihan yang selalu berulang dan sikap yang kuambil selalu berulang juga, seakan aku tak bisa belajar dari masa lalu…itu yang ku benci dari diriku sendiri!
Ketika keadaan itu datang dan dia juga datang bersama dengan kenangannya, dia selalu memikat hati yang sebenarnya sangat tertarik padanya sejak dulu, tapi tak tersampaikan dan akhirnya terabaikan. Secara frontal memang bisa dikatakan “ gue emang tertarik banget ke lo” , tapi apa itu cukup? Sebuah tanda tanya besar yang ada dikepalaku. Tapi setidaknya aku ingin mencoba mengatakan itu.

Dengan keadaan seperti ini, terbentang jarak, dan sikap seolah tak memperdulikan, apakah bisa tersampaikan? Tidak…aku bukan tipe orang yang hanya bisa menyampaikan sesuatu dengan secara tidak langsung. Menurutku menyampaikan sebuah perasaan secara tidak langsung itu adalah suatu jiwa kekanak-kanakan. Dan yah….ingat umur fan….hampir mendekati angka 2 kembar –“
Permasalahan yang ingin kutulis sekarang adalah apa yang akan kulakukan ketika mendapati hal seperti ini, sementara perasaan yang datang, perasaan yang disebut orang adalah sebuah kata yang bernama “RINDU” itu hampir tak terbendung lagi.  Seberapa tahan aku akan keadaan seperti ini, tanpa dia tahu aku dan perasaan ini. Dan apakah sepotong hati yang kemarin bisa ku buang dan kulupakan begitu saja? Seperti ia ingin lepas dari  hatiku yang utuh ini  dan membuat luka di hati ini.


Dan ALLAH SWT Maha Pencipta..selalu bersyukur karena ketika hati memiliki permasalahan seperti itu, aku dianugrahkan canda tawa yang setidaknya bisa menutupi semuanya. Tak ingin terlihat munafik, yah..kusebut itu bukan munafik, karena permasalahan itu adalah permasalahan hatiku, yang harus ku tutupi dari orang lain,seperti aku menutup aurat ku demi dia. Dia yang dijodohkan Tuhan untukku. 

Sabtu, 29 November 2014

Entah

Tik tok tik tok tik tok.....ingin rasanya memperpanjang waktu istirahat ini, serasa terbuang dari masalah dan ingin memperbaikinya kembali. menulis di blog ini,karena terasa mumet rasaku!capek dengan topeng dan meladeni dalam pikiran orang-orang yang bertopeng juga!
apa yang terjadi kemari-kemarin,entah apakah itu bisa disebut sebagai masa lalu?ataukah sejarah?ataukah pengalaman?ataukah pelajaran???entah...tak dapat kubedakan itu!
pikiranku terhempas ke dunia nyata, yang nyata nyata nya mengubah pola pemikiranku. berpikir hanya aku sendiri yang memiliki pemikiran yang berbeda, boleh dikata seakan akan diriku seperti "orang gila" yang tersesat diantara orang-orang normal lainnya. orang orang normal yang apa entah mereka sadar mereka punya kekurangan juga!sekali lagi ku katakan entahlah!
sekarang yah sekarang...memang benar kata pepatah " hidup itu bagai roda yang berputar" kadang berada diatas...kadang berada di bawah...yang dulunya mendekat..sekarang menjauh...yang dulunya suka...sekarang jadi benci...yang dulunya sehat..sekarang jadi sakit...yang dulu nya peduli..sekarang di cuekin...dan itulah yang ku sebut " waktu memang terkadang bagai malaikat,tapi akan ada saatnya waktu berubah jadi iblis"